Sistem Irigasi Subak di Bali
Dalam sistem ini, terdapat empat jenis sumber air dalam bentuk danau. Bahkan selain danau, hutan pun merupakan sumber air bagi subak bali. Subak sendiri memiliki prinsip untuk tidak mengutamakan effisiensi, melainkan effektivitas , dimana hal ini justru menjadikan subak sebagai bemper kebudayaan bali. Meskipun sistem irigasi subak terdiri atas sawah- sawah yang sempit- sempit, subak memiliki beberapa landasan berupa Tri Hita Karana, atau tiga hal yang menyebabkan kebahagiaan, yang terdiri atas harmoni dengan alam, meliputi sawah yang sesuai dengan kontur, kemudian harmoni dengan sesame yang meliputi sistem “pinjam air”, rapat dan atau konsolidasi. Selain itu , ada pula harmoni kepada tuhan, dimana disimbolkan dalam sesajen yang dipersembahkan di pematang. Sistem irigasi ini sangat berlandaskan sosio- kultural masyarakat, sehingga terdapat beberapa kelebihan dan kekurangan. Kelebhannya antara lain bersifat fleksibel, bersifat good governance, mampu beradaptasi dengan teknologi baru dan dinamika budaya yang ada. Kelemahannya terletak pada tidak kuatnya sistem pertahanan dalam menahan intervensi dari pihak luar. Namun demikian, system subak ini sangatlah unik. "One inlet & one outlet system" begitulah bunyi sistem tersebut yang diutarakan oleh ahli irigasi, dimana 1 petani memiliki 1 gate dan 1 pure. Untuk konsolidasinya sendiri, sistem ini sangat menganjurkan petani untuk selalu melakukan perundingan setiap akan menanam, bahkan saat hendak membunuh hama dan tikus. Gabungan antara subak–subak yang terikat dalam satu sistem disebut subak agung. Secara konkret, memang jelas bahwa sistem irigasi semacam ini sangat kurang efisien. Namun demikian, subak sendiri merupakan sebuah cerminan kearifan lokal yang berhasil dilestarikan sehingga berhasil pula dalam mengangkat derajat bangsa.
Wisata Subak
Belakangan, wisata Subak di Bali makin marak. mulai dari sekedar tracking hingga bersepeda di pagi hari. Jatiluwih, Tabanan merupakan destinasi wisata Subak yang populer, disamping Tegalalang, Ubud. Letaknya diantara Ubud dan Kintamani. Hamparan sawah yang berundak indah sangat terkenal ditambah lagi dengan udaranya yang segar dan sejuk. letaknya di daerah pegunungan Batukaru. setiap harinya, rata-rata 100 turis asing mengunjungi area seluas 600 an hektar ini.
Sumber:
http://permateta.tp.ugm.ac.id/2014/03/sistem-irigasi-subak-di-bali/
http://iendro.blogspot.com/2012/11/subak-sistem-pengairan-sawah-bali.html
.jpg)

Setuju, mungkin kalo sistem irigasinya diterapkan di daerah-daerah Indonesia komoditas panen makin meningkat per tahunnya sehingga berbanding lurus dengan pendapatn para petani yang semakin meningkat pula..
BalasHapuskata-kata mu luar biasa... :)
BalasHapusBali emang luar biasa :D
BalasHapusbener chen, tugas kita sebagai anak pertanian untuk memajukan pertanian indonesia
BalasHapusmatur nuwun broo:D
BalasHapusbagus bagus,.... heheh
BalasHapusmakasih tb:D
BalasHapusomoshiroi, inspirasi informasi yang harus lebih di kembangkan di negeri ini
BalasHapusgomawo, tugas kita sebagai generasi penerus untuk mengembangkan dan memajukan potensi di indonesia
BalasHapus