Selasa, 21 Oktober 2014

Mengintip Kemajuan Teknologi Pertanian di Negara Kincir Angin

Pertanian+Teknologi=Kemajuan



Menurut saya negara ini sangat mengagumkan dalam hal pengelolaan pertaniannya. Dengan luas wilayah yang relatif kecil bila dibandingkan Indonesia, pada tahun 2011 Belanda mampu menjadi negara peringkat 2 untuk negara pengekspor produk pertanian terbesar didunia dengan nilai ekspor mencapai 72,8 miliar Euro.


Produk andalannya adalah benih dan bunga. Sektor pertanian merupakan pendorong utama ekonomi di Belanda dengan menyumbang 20% pendapatan nasionalnya. Kunci dari majunya pertanian di Belanda adalah Riset. Kebijakan-kebijakan dan teknologi di adopsi dari riset-riset yang dilakukan para ahli. Salah satu pusat riset pertanian yang terkenal disana adalah universitas Wageningen.

“Inovasi tiada henti dan kreativitas tanpa batas”
salah satu penerapan kemajuan teknologi di bidang pertanian adalah aplikasi NHAWA (New Holland Agriculture Weather Application)

Aplikasi ini berbeda dengan aplikasi sejenisnya. Karena aplikasi ini menyediakan berbagai macam layanan informasi di bidang pertanian. Seperti prakiraan cuaca, tips dan trik menghasilkan tanaman yang baik, kapan waktu yang tepat untuk menanam padi atau tanaman lainnya, dan kapan waktu yang tepat untuk menabur pupuk. Kemudian juga mendapatkan berita terbaru (up to date) di bidang pertanian melalui website, forum, blog, serta feed berita New Holland Agriculture Weather Application yang terus diperbaharui.

Bahkan aplikasi NHAWA (New Holland Agriculture Weather Application) ini juga menyediakan aplikasi telepon atau chat antara petani dan kontraktor. Sehingga para petani dapat mengetahui tentang informasi harga jual gabah terkini, harga pupuk, harga pestisida, dan lain sebagainya. Selain itu, para petani yang tinggal di sebuah tempat yang cuacanya sering fluktuatif, seperti angin ribut (topan) dan badai hujan yang bisa datang secara tiba-tiba, dapat mengaktifkan layanan peringatan yang akan dikirim gratis melalui pesan short message service (sms). Prakiraan cuaca di aplikasi ini juga menyediakan informasi mengenai suhu udara, hujan atau panas, tekanan udara, serta kecepatan dan arah angin yang begitu akurat.

Kemudian di aplikasi NHAWA ini, para petani bisa melakukan pencarian di form pencarian mengenai identitas kontraktor, dan akan ditampilkan sepuluh kontraktor yang terdekat dari tempat si petani itu berada. Lalu jika si petani itu memilih satu kontraktor, maka identitas nomor kontak telepon akan ditampilkan yang memungkinkan untuk melakukan kontak langsung. Dan kemudian di aplikasi NHWA ini tersedia layanan google map, sehingga petani bisa mengetahui rute terdekat ke tempat kontraktor yang ia tuju.
Dengan peluncuran aplikasi NHWA ini, membuat Negara Belanda menjadi kian unik dalam rintisan dan pelopor di berbagai macam bidang, khususnya teknologi.

Selain itu Belanda juga terus mengembangkan teknologi di bidang pertanian, yaitu dengan menciptakan alat manipulasi iklim. Pertanian di Belanda sangat terintegrasi dan penuh dengan teknologi modern. selain menciptkan aplikasi NHWA, belanda juga terus mengembangkan teknologi di bidang pertanian salah satunya yaitu menciptakan alat untuk memanipulasi iklim dalam ruangan, Penggunaan teknik rumah kaca, serta teknologi robotik dan komputerisasi sudah menjadi hal yang lazim. Ketika musim panas, Belanda menerapkan mekanisme solar cell dirumah kaca yang berfungsi memanen energi panas dan disimpan di tandon dan sungai – sungai bawah tanah sehingga dapat menaikkan suhu air. Maka ketika musim dingin tiba, tidak perlu khawatir, karena mesin – mesin blower memanen simpanan energi bawah tanah dan mensirkulasi udara untuk memanipulasi iklim dalam ruangan, sehingga pertanian tetap berjalan. 
Jika Belanda dengan luas wilayah hanya 41.526 km2, mengapa indonesia yang memiliki luas wilayah 1.919.440km2 tidak bisa lebih baik dari itu? saatnya kita untuk lebih maju kedepan dan buktikan bahwa indonesia bisa lebih jaya. pertanian indonesia. Jaya Petanian Indonesia!
Sumber:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar