Selasa, 21 Oktober 2014

Mengintip Kemajuan Teknologi Pertanian di Negara Kincir Angin

Pertanian+Teknologi=Kemajuan



Menurut saya negara ini sangat mengagumkan dalam hal pengelolaan pertaniannya. Dengan luas wilayah yang relatif kecil bila dibandingkan Indonesia, pada tahun 2011 Belanda mampu menjadi negara peringkat 2 untuk negara pengekspor produk pertanian terbesar didunia dengan nilai ekspor mencapai 72,8 miliar Euro.


Produk andalannya adalah benih dan bunga. Sektor pertanian merupakan pendorong utama ekonomi di Belanda dengan menyumbang 20% pendapatan nasionalnya. Kunci dari majunya pertanian di Belanda adalah Riset. Kebijakan-kebijakan dan teknologi di adopsi dari riset-riset yang dilakukan para ahli. Salah satu pusat riset pertanian yang terkenal disana adalah universitas Wageningen.

“Inovasi tiada henti dan kreativitas tanpa batas”
salah satu penerapan kemajuan teknologi di bidang pertanian adalah aplikasi NHAWA (New Holland Agriculture Weather Application)

Aplikasi ini berbeda dengan aplikasi sejenisnya. Karena aplikasi ini menyediakan berbagai macam layanan informasi di bidang pertanian. Seperti prakiraan cuaca, tips dan trik menghasilkan tanaman yang baik, kapan waktu yang tepat untuk menanam padi atau tanaman lainnya, dan kapan waktu yang tepat untuk menabur pupuk. Kemudian juga mendapatkan berita terbaru (up to date) di bidang pertanian melalui website, forum, blog, serta feed berita New Holland Agriculture Weather Application yang terus diperbaharui.

Bahkan aplikasi NHAWA (New Holland Agriculture Weather Application) ini juga menyediakan aplikasi telepon atau chat antara petani dan kontraktor. Sehingga para petani dapat mengetahui tentang informasi harga jual gabah terkini, harga pupuk, harga pestisida, dan lain sebagainya. Selain itu, para petani yang tinggal di sebuah tempat yang cuacanya sering fluktuatif, seperti angin ribut (topan) dan badai hujan yang bisa datang secara tiba-tiba, dapat mengaktifkan layanan peringatan yang akan dikirim gratis melalui pesan short message service (sms). Prakiraan cuaca di aplikasi ini juga menyediakan informasi mengenai suhu udara, hujan atau panas, tekanan udara, serta kecepatan dan arah angin yang begitu akurat.

Kemudian di aplikasi NHAWA ini, para petani bisa melakukan pencarian di form pencarian mengenai identitas kontraktor, dan akan ditampilkan sepuluh kontraktor yang terdekat dari tempat si petani itu berada. Lalu jika si petani itu memilih satu kontraktor, maka identitas nomor kontak telepon akan ditampilkan yang memungkinkan untuk melakukan kontak langsung. Dan kemudian di aplikasi NHWA ini tersedia layanan google map, sehingga petani bisa mengetahui rute terdekat ke tempat kontraktor yang ia tuju.
Dengan peluncuran aplikasi NHWA ini, membuat Negara Belanda menjadi kian unik dalam rintisan dan pelopor di berbagai macam bidang, khususnya teknologi.

Selain itu Belanda juga terus mengembangkan teknologi di bidang pertanian, yaitu dengan menciptakan alat manipulasi iklim. Pertanian di Belanda sangat terintegrasi dan penuh dengan teknologi modern. selain menciptkan aplikasi NHWA, belanda juga terus mengembangkan teknologi di bidang pertanian salah satunya yaitu menciptakan alat untuk memanipulasi iklim dalam ruangan, Penggunaan teknik rumah kaca, serta teknologi robotik dan komputerisasi sudah menjadi hal yang lazim. Ketika musim panas, Belanda menerapkan mekanisme solar cell dirumah kaca yang berfungsi memanen energi panas dan disimpan di tandon dan sungai – sungai bawah tanah sehingga dapat menaikkan suhu air. Maka ketika musim dingin tiba, tidak perlu khawatir, karena mesin – mesin blower memanen simpanan energi bawah tanah dan mensirkulasi udara untuk memanipulasi iklim dalam ruangan, sehingga pertanian tetap berjalan. 
Jika Belanda dengan luas wilayah hanya 41.526 km2, mengapa indonesia yang memiliki luas wilayah 1.919.440km2 tidak bisa lebih baik dari itu? saatnya kita untuk lebih maju kedepan dan buktikan bahwa indonesia bisa lebih jaya. pertanian indonesia. Jaya Petanian Indonesia!
Sumber:

Swasembada Pangan


Jokowi Targetkan Swasembada Beras, Gula dan jagung 

dalam 4 Tahun

Swasembada dapat diartikan sebagai kemampuan untuk memenuhi segala kebutuhan. pangan adalah bahan-bahan makanan yang didalamnya terdapat hasil pertanian, perkebunan, dan lain-lain. jadi swasembada pangan adalah kemampuan untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan bahan makanan sendiri tanpa perlu mendatangkan dari pihak luar. Tantangan dan permasalahan mendasar pembangunan sektor pertanian berkaitan dengan sarana prasarana, permodalan, pasar, teknologi, dan kelembagaan petani, yang masih memerlukan penanganan yang berkelanjutan disamping munculnya persoalan-persoalan baru.  Walaupun dihadapkan pada berbagai permasalahan dan hambatan, sektor pertanian telah mampu menunjukkan keberhasilan dan perkembangan yang menggembirakan.


Khusus untuk masalah lahan pertanian, rendahnya perluasan sawah irigasi di Indonesia antara lain disebabkan oleh derasnya konversi lahan sawah beririgasi sejak lebih dari dua dasawarsa terakhir khususnya di pulau Jawa. Antara tahun 1978 – 1998, misalnya konversi lahan sawah irigasi adalah sebesar satu juta ha.  Padahal kenyataannya sawah irigasi masih tetap merupakan sumberdaya lahan yang terpenting dalam mendukung produksi padi. Bila terjadi penurunan luas sawah irigasi yang tidak terkendali maka akan mengakibatkan turunnya kapasitas lahan sawah untuk memproduksi padi. Yang menyebabkan terjadinya alih fungsi lahan sawah tersebut ke penggunaan lain (pertanian lahan kering ataupun ke peruntukan non pertanian).


Presiden Joko Widodo akan mengusahakan swasembada untuk tiga bahan makanan pokok di Indonesia. Tiga bahan makanan pokok itu adalah beras, gula, dan jagung. hal tersebut diungkapkan oleh Presiden ke 7 indonesia yang baru dilantik tersebut pada Senin 20 oktober 2014. beliau juga mengungkapkan bahwa hal tersebut bisa tercapai dengan kerja keras semua pihak dari petani ataupun pemerintah. 
Pengamat pertanian Khudori mengatakan, jika mengacu pada data yang dikeluarkan Badan Pusat Statistik (BPS) maka Indonesia telah berswasembada beras. Hal ini tercermin dari kemampuan produksi domestik yang dapat memenuhi lebih dari 90 persen kebutuhan nasional.
Akan tetapi tidak demikian pada komoditas jagung. Selama ini mempublikasikan bahwa produksi jagung nasional mencapai 18 juta ton per tahun. Tetapi kenyataannya para produsen pakan ternak mengaku masih kesulitan memperoleh jagung.

Untuk komoditas gula pasir, pengamat dari Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia menuturkan produksi Indonesia masih jauh untuk mampu memenuhi kebutuhan nasional. Apalagi, kebutuhan gula industri sepenuhnya masih ditopang oleh produk impor.
Ia menyarankan agar pemerintah membenahi data komoditas-komoditas pangan yang strategis. Sehingga dapat diketahui seberapa mampu produksi mencukupi permintaan nasional.



Langkah Presiden Jokowi untuk menjadikan Indonesia berswasembada pangan dinilai realistis oleh pengamat. Akan tetapi sebelum melangkah ke arah yang lebih jauh, Jokowi terlebih dahulu harus membenahi data produksi pangan yang selama ini dinilai tidak akurat.
Akibatnya Indonesia harus mengimpor sedikitnya tiga juta ton jagung per tahun. Padahal jika ditilik lebih jauh kebutuhan jagung untuk pakan hanya sebesar delapan juta ton per tahun. 

Sumber:




Selasa, 14 Oktober 2014

Simfoni Alam


Sistem Irigasi Subak di Bali


Subak merupakan sekumpulan petani yang mengelola sistem irigasi yang ada di sebuah kawasan persawahan tertentu dan dibatasi oleh sungai, jurang, dan batas fisik lainnya yang tentunya terlihat jelas. Lalu apa bedanya sistem irigasi subak dengan sistem irigasi persawahan pada umumnya?. Sistem irigasi subak memiliki komponen- komponen pembeda dimana di dalamnya sangat khas akan kearifan lokal bali. Sumber air subak, yang merupakan komponen fundamental, biasanya berasal dari mata air yang mengalir ke sebuah sungai yang dikelola sedemikian rupa oleh para petani subak dengan sistem “meminjam air” , yang secara konkret merupakan sistem yang penekanannnya lebih kearah gotong- royong dan saling bahu membahu, bukan sistem utang piutang. Dalam subak, juga harus memiliki 1 bangunan bagi serta pura yang terpasang di pematang masing- masing sawah. Pura ini merupakan syarat utama subak. Sistem irigasi subak dipimpin oleh seorang pekaseh yang mana merupakan seorang pengatur dari sistem irigasi ini. Pekaseh atau klean subak merupakan birokrat yang otonom. Namun demikian, pekaseh masih melakukan koordinasi dan konsolidasi dengan kepala desa, dimana kepala desa tidak memiliki wewenang untuk mengatur kinerja pekaseh. Contoh konkretnya, ketika warga desa meninggal di saat musim panen, maka upacara ngaben yang seharusnya dilakukan harus diundur demi kelancaran proses memanen. Dalam sistem ini, air sangat mudah didapat bahkan tak akan habis, sehingga kekeringan pun jarang terjadi. Ketika memang air yang mengalir ke dalam sawah seorang petani kurang, maka system “pinjam air” pun berlaku di sini.

Dalam sistem ini, terdapat empat jenis sumber air dalam bentuk danau. Bahkan selain danau, hutan pun merupakan sumber air bagi subak bali. Subak sendiri memiliki prinsip untuk tidak mengutamakan effisiensi, melainkan effektivitas , dimana hal ini justru menjadikan subak sebagai bemper kebudayaan bali. Meskipun sistem irigasi subak terdiri atas sawah- sawah yang sempit- sempit, subak memiliki beberapa landasan berupa Tri Hita Karana, atau tiga hal yang menyebabkan kebahagiaan, yang terdiri atas harmoni dengan alam, meliputi sawah yang sesuai dengan kontur, kemudian harmoni dengan sesame yang meliputi sistem “pinjam air”, rapat dan atau konsolidasi. Selain itu , ada pula harmoni kepada tuhan, dimana disimbolkan dalam sesajen yang dipersembahkan di pematang. Sistem irigasi ini sangat berlandaskan sosio- kultural masyarakat, sehingga terdapat beberapa kelebihan dan kekurangan. Kelebhannya antara lain bersifat fleksibel, bersifat good governance, mampu beradaptasi dengan teknologi baru dan dinamika budaya yang ada. Kelemahannya terletak pada tidak kuatnya sistem pertahanan dalam menahan intervensi dari pihak luar. Namun demikian, system subak ini sangatlah unik. "One inlet & one outlet system" begitulah bunyi sistem tersebut yang diutarakan oleh ahli irigasi, dimana 1 petani memiliki 1 gate dan 1 pure. Untuk konsolidasinya sendiri, sistem ini sangat menganjurkan petani untuk selalu melakukan perundingan setiap akan menanam, bahkan saat hendak membunuh hama dan tikus. Gabungan antara subak–subak yang terikat dalam satu sistem disebut subak agung. Secara konkret, memang jelas bahwa sistem irigasi semacam ini sangat kurang efisien. Namun demikian, subak sendiri merupakan sebuah cerminan kearifan lokal yang berhasil dilestarikan sehingga berhasil pula dalam mengangkat derajat bangsa.

Wisata Subak
Belakangan, wisata Subak di Bali makin marak. mulai dari sekedar tracking hingga bersepeda di pagi hari. Jatiluwih, Tabanan merupakan destinasi wisata Subak yang populer, disamping Tegalalang, Ubud. Letaknya diantara Ubud dan Kintamani. Hamparan sawah yang berundak indah sangat terkenal ditambah lagi dengan udaranya yang segar dan sejuk. letaknya di daerah pegunungan Batukaru. setiap harinya, rata-rata 100 turis asing mengunjungi area seluas 600 an hektar ini.

Sumber:
http://permateta.tp.ugm.ac.id/2014/03/sistem-irigasi-subak-di-bali/
http://iendro.blogspot.com/2012/11/subak-sistem-pengairan-sawah-bali.html



Ketika Alam dan Manusia dalam Harmoni


         

REPONG DAMAR PESISIR LAMPUNG BARAT


Sebuah Tradisi dan Eksistensi
          Desa Pahmungan, Krui, kecamatan Pesisir Tengah Kabupaten Lampung  Barat adalah satu dari sekian banyak desa di wilayah pesisir Lampung Barat yang sebagian besar penduduknya bermata pencaharian sebagai petani damar mata kucing yang merupakan bahan baku untuk berbagai macam industri. Buat sebagian besar orang, permen, cat, vernis, tinta dan kosmetik adalah komoditi yang sudah tidak asing lagi. Namun mungkin tak banyak yang mengetahui bahwa untuk menimbulkan efek mengkilap produk-produk tersebut diperlukan getah yang disadap dari pohon damar mata kucing atau yang dikenal dalam bahasa latin sebagai Shorea javanica. Konon, kata mata kucing dipergunakan untuk menyebut getah damar yang memang berwarna kuning bening dan mengkilat seperti layaknya mata seekor kucing. Menurut sebagian pedagang pengumpul, damar mata kucing Krui adalah damar yang paling dicari eksportir karena berkualitas tinggi dan bahkan selama ini Krui dikenal sebagai pemasok terbesar damar mata kucing untuk kebutuhan ekspor.
          Budidaya damar sudah dikenal sejak ratusan tahun yang silam oleh masyarakat Krui yang kemudian diwariskan secara turun temurun. Di Desa Pahmungan, banyak pohon damar yang merupakan hasil warisan dari generasi sebelumnya. Sepetak kebun damar biasanya diwariskan kepada anak tertua. Seorang anak yang tidak diwarisi kebun akan membuka lahan baru untuk dijadikan kebun damar. Repong damar itu sendiri adalah bahasa lokal yang dipergunakan untuk menyebut hutan atau kebun damar. Di Lampung Barat, terdapat sekitar 17.500 hektar repong damar milik petani dengan luasan kepemilikan repong yang beragam dan tersebar di enam kecamatan di wilayah pesisir. Dalam tatanan kehidupan masyarakat Krui, repong damar menjadi bagian yang tak terpisahkan bahkan menjadi bagian dari jati diri masyarakat ini. Dahulu bahkan repong damar menjadi symbol status kepemililikan tanah oleh masyarakat Krui dimana tanah hutan yang sudah dibuka oleh seseorang tidak akan bisa lagi digugat oleh yang lainnya bila tanah bekas hutan tersebut sudah berwujud repong damar.
Wujud interaksi masyarakat dengan lingkungan.
          Bagi seseorang yang baru pertama kali datang ke Krui yang berjarak sekitar 30 km dari Liwa (ibukota Kabupaten Lampung Barat) atau sekitar 200 km dari Bandar Lampung (Ibukota Propinsi Lampung), kesan teduh akan segera dirasakan ketika memandang repong damar yang berdampingan dengan petak-petak sawah di tepi pantai yang berhadapan langsung dengan Samudera Hindia itu. Bahkan, bagi yang belum pernah melihat pohon damar, bukan tidak mungkin akan menyangka bahwa repong-repong damar tersebut adalah hutan alam bagian dari kawasan TNBBS.
          Secara fisik, kenampakan tegakan repong damar dewasa memang tidak jauh berbeda dengan hutan alam. Batang pohonnya yang menjulang tinggi nampak jelas menggambarkan eksotika hutan tropika. Di bawahnya, terlihat berbagai pohon buah-buahan yang ditanam di sela-sela damar seperti petai, durian, nangka, cempedak, dan duku. Burung pun tampak nyaman berterbangan dari pohon ke pohon tanpa kuatir gangguan manusia. Secara ekologis, keberadaan repong damar mempunyai nilai tinggi. Selain berfungsi sebagai daerah tangkapan air, repong damar juga dikenal sebagai zone penyangga atau pelindung kawasan TNBBS untuk konservasi keragaman hayati. Di samping itu, masyarakat Krui Pesisir Tengah masih kokoh memegang aturan adat tak tertulis bahwa masyarakat tidak dibenarkan menebang pohon damar untuk diambil kayunya kecuali pohon yang tumbah secara alami. Tak heran jika pada tahun 1997, pemerintah memberikan penghargaan Kalpataru kepada masyarakat Krui atas berbagai manfaat repong damar ini.

           Bagi masyarakat Krui sendiri, repong damar lebih dari sebuah mata pencaharian. Keinginan untuk menjaga warisan leluhur acapkali membentuk ikatan yang kuat antara masyarakat dengan repongnya. Di saat kerusakan hutan di daerah lain semakin parah serta adanya alternatif penggunaan lahan lain yang lebih menjanjikan, sebagian besar masyarakat Krui masih bertahan dengan budidaya repong damar. Berbagai keunikan dalam repong damar ini sering dijadikan sebagai bahan penelitian para mahasiswa dan ilmuwan. Banyak sarjana sampai doktor baik dari dalam maupun luar negeri yang terlahir dengan mengambil repong damar Krui sebagai obyek studi mereka. Bahkan ada seorang mahasiswa S3 dari Belanda datang untuk mempelajari mata pencaharian & kepemilikan lahan petani.
           Repong damar Krui adalah sebuah potret keserasian hidup manusia dengan alam. Di tengah maraknya kerusakan hutan yang muncul akibat konflik kepentingan, repong damar masyarakat Pesisir Lampung Barat seolah memberikan pelajaran bahwa keserasian antara manusia dan lingkungan bukan suatu hal yang tidak mungkin diwujudkan. Akan tetapi, gambaran indah itu juga bukan hal yang mudah diperoleh. Untuk membuat repong damar, perlu upaya kerja keras dan keuletan. Damar mata kucing adalah salah satu species dari famili Dipterocarparceae yang terkenal sulit untuk dibiakkan.
Selain itu, sebelum menjadi sebuah kebun damar yang dewasa dan stabil, banyak fase yang harus dilalui. Di tahun pertama atau yang disebut juga tahapan darak dilakukan dengan pembukaan lahan belukar atau hutan rimba yang diikuti dengan penanaman padi pertama beserta sayuran dan buah-buahan. Tahap ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan subsisten dan mendapatkan penghasilan tunai. Pada tahun ke-2 atau fase kebun, dilakukan penanaman padi kedua & penanaman kopi diantara padi, dengan tujuan komersil dimana hasil kopi dapat dijual dan menghasilkan uang tunai. Tahun ke-3 sampai ke-7 atau 8 (fase repong), adalah untuk penanaman bibit damar, pohon buah-buahan, dan tanaman kayu di sela-sela tanaman kopi. Sedangkan tahun ke-8 sampai 20 hingga 25 adalah pemeliharaan repong dimana pohon lainnya (buah-buahan) sudah dapat dipanen hasilnya. Penyadapan pertama getah pohon damar dilakukan pada umur tanaman 20 tahun.
Satu kebun beragam profesi
          Sampai saat ini, sebagian besar masyarakat Krui masih menggantungkan hidupnya kepada repong damar sebagai sumber mata pencaharian. Uniknya, menjadi petani bukan satu-satunya pekerjaan yang bisa dilakukan. Beragam pekerjaan dijumpai dalam repong damar ini. Sebut saja mulai dari petani pemilik sekaligus pengambil getah, penghadang, portir atau buruh pengangkut, penyortir, pedagang pengumpul, sampai dengan eksportir damar.
          Untuk bisa sampai ke tangan eksportir, getah damar harus menempuh proses yang cukup panjang. Mula-mula pohon damar yang akan disadap getahnya terlebih dahulu harus dibuat takik. Pada pohon damar yang berukuran besar, bisa sampai memuat empat lajur takik yang dibuat mengelilingi pohon. Meskipun dapat dipanen sepanjang tahun, jangka waktu antara pengambilan getah damar dalam satu pohon berkisar 30 hari karena apabila pengambilan getah kurang dari waktu tersebut getah yang dihasilkan masih encer, sehingga akan menurunkan kualitasnya. Untuk satu lubang takik dapat menghasilkan 0,5 kg getah damar, yang ditampung oleh pemanjat dalam tembilung, semacam wadah dari pelepah pinang yang berbentuk kerucut. Getah tersebut lantas dikumpulkan dalam bebalang atau keranjang bulat panjang dari rotan atau bambu yang dapat memuat sekitar 50 kegiatan getah. Sampai disini, bebalang yang sudah penuh biasanya dibeli oleh penghadang untuk kemudian dibawa oleh buruh pengangkut menuju tempat penyortiran karena getah yang dikumpulkan petani masih merupakan getah-getah kering yang bercampur dengan serpihan kayu, ranting, dan tanah. Kondisi getah damar itu disebut sebagai damar asalan. Tahapan selanjutnya adalah menyortir getah untuk dibuang kotorannya dan dipilah berdasarkan ukuran atau grade nya. Getah sortiran lantas dijual oleh penghadang kepada pedagang pengumpul tingkat kecamatan dan selanjutnya dijual kembali ke pedagang pengumpul besar untuk diteruskan ke pengumpul di Jakarta atau eksporter. Alur perdagangan getah damar itu telah menjadi denyut nadi perekonomian masyarakat Krui.
            Seharusnya kita dapat berkaca dari masyarakat di pesisir lampung barat dimana saat ini banyak kegiatan ilegal logging yang merusak lingkungan namun masyarakat di pesisir lampung barat tersebut masih menjaga lingkungan dengan kerifan lokalnya, keterikatan hati untuk menjaga warisan leluhur, pemahaman akan pentingnya menjaga lingkungan, serta gigihnya petani mencari upaya untuk meningkatkan pendapatannya, telah memberikan pelajaran berharga bagaimana seharusnya manusia berinteraksi dengan lingkungan, mengambil manfaat dari lingkungan tanpa merusak lingkungan itu sendiri.
Sumber  :
http://waykrui.wordpress.com/about/repong-damar/

Minggu, 12 Oktober 2014

all about me

morning world...
ini postingan pertama aku di blog ini, let's check it out..
cwe kelahiran Riau 1 Mei 1996 jam 5 subuh (yang baca bisa nyiapin kado) heheh gubrakk, nama lengkapku Dini Hardina Wulandari, biasa dipanggil dini atau dina asalkan jangan dipanggil dari ya ^^. anak pertama dari 2 bersaudara dari pasangan bapak nangsir dan ibu tina *lovethem. have one little sister namanya Fitriana Wulandari (kalo besok punya adik cowo mungkin namanya bakalan jadi blaablaa Wulandari:D). masa kecil dihabiskan bareng orangtua(yaiyalahh) di sebuah desa(hahah bukan pelosok tapi yaa, dan jauh banget dari gambaran desa pada umunya yang dikelilingi bukit dan sawah, tempatku tinggal ini dikelilingi sawit sawit dan sawit) lengkapnya desa rawang sari rt 04 rw 08 kecamatan pangkalan lesung kabupaten pelalawan, Riau. oiyaa sebelumnya mau ngucapin happy anniversary dulu buat kabupaten pelalawan tercinta yang ke 15th tanggal 12 Oktober kemaren semoga makin maju untuk tuah negeri seiya sekata. Riwayat pendidikanku Tk Tunas Bangsa, SDN 005 rawang sari dan SMPN 1 pangkalan Lesung, SMA nya lanjut di SMAN 1 pangkalan Kerinci tercintaaa, miss disun,siti,dila,tiwol,rara,dedes,mba yani, mak indun, mba puri dan paling special miss apis very much:* heheh alay modeon masa-masa sma ini paling ngangenin dan seru, masa-masanya jadi anak kos, kerjaan nya main mulu, and met someone special*hehehcurcol. dan sekarang kuliahnya makin jauh dari orangtua, merantau ke kota istimewa Yogyakarta, lanjut di Universitas  Muhammadiyah Yogyakarta dijurusan Agribisnis*loveit semoga kedepanya bisa mengukir masa-masa indah saat kuliah:D karena bingung mau cerita apalagi so let's check my hobbies, suka makan*inihobbybukanyaa, tidur, baca novel, nonton film korea, jalan-jalan, nulis, dan bikin kue walaupun cuma bantuin mama ngaduk2 adonan doang:D. and fact about me, suka banget makan I love cupcake and muffin very much waktu ultah rasanya pengen minta kado 1container cupcake aja deh*gubrakk, waktu SMA dapat julukan TURBO katanya kalau ngomong super cepet no titik no koma:d, mood sering berubah ga jelas, dan kalo lagi gak mood bawaan nya makan sambel banyak-banyak habis itu langsung mules-mules dehh*janganditirupemirsahh udah itu aja. karena udah dikejar-kejar waktu sama dosen akhirnya cukup sekian and terimakasihh udah baca blog aku^^.