Sabtu, 04 Maret 2017

Perkembangan e-commerce di Bidang Agribisni

Gambar 1. Pertanian Indonesia
Masalah yang sering dihadapi bidang pertanian di Indonesia adalah penetapan harga, hasil panen yang fluktuatif, panjangnya rantai pemasaran, dan terbatasnya wewenang petani. masalah tersebut menyebabkan tidak adanya pengetahuan petani mengenai penawaran dan permintaan. Kebanyakan petani/produsen hanya dapat menerima harga pasar yang pada umumnya ditetapkan oleh pedagang perantara. Kondisi tersebut menyebabkan tingginya perbedaan harga ditingkat produsen/petani dengan harga di pasar. Untuk dapat mengatasi masalah tersebut e-commerce di bidang Agribisnis menjadi solusi yang mutakhir.
Bisnis e-commerce telah menjadi bagian penting dari perkembangan internet di Indonesia. Kementerian Perdagangan republik Indonesia memperkirakan transaksi jual beli barang melalui Internet (e-commerce) dari Indonesia akan menembus angka US$ 10,08 miliar. Rata-rata nilai transaksi belanja online tersebut tumbuh 40% setiap tahun (CNN Indonesia. 2014). Namun tdak bisa dipungkiri bila setiap tahunya terjadi peningkatan pengguna internet yang berbelanja online. Hal ini dapat dilihat dari semakin berkembangnya bisnis e-commerce di Indonesia.

E-commerce dibidang Agribisnis lazim disebut e-agribussines. e-agribussines bukan hanya untuk produk-produk pertanian saja namun juga mencangkup jasa dibbidang pertanian. Menurut (Soekatawi. 2005) menggunakan e-agribussines memiliki keuntungan, diantaranya:
ü  Mengurangi biaya
ü  Menghemat waktu
ü  Mengintegrasikan supply chain secara lebih mudah dan singkat
ü  Menjadi ajang promosi mendunia yang mudah dan singkat
ü  Merupakan diversifikasi pembentukan keuntungan perusahaan
ü  Memperpendek waktu product cycle
ü  Meningkatkan customers loyality
Saat ini sudah banyak e-commerce dibidang Agribisns yang ada di Indonesia, diantaranya,  Agrowing.co.id, Petani, TaniHub, LimaKilo, Nurbaya Intiative, dan lain-lain. Beberapa aplikasi bahkan sudah tersedia di Playstore sehingga memudahkan pengguna android untuk mengakses. Berikut ini tampilan dari salah satu e-commerce di Indonesia, LimaKilo:

Gambar 2. Aplikasi LimaKilo
LimaKilo hadir dengan tujuan untuk menghubungkan petani secara langsung dengan konsumen baik untuk pembelian dalam skala besar maupun kecil. Sistem transaksi terbuka dan menguntungkan kedua belah pihak hingga diperoleh harga yang optimal tanpa melalui rantai pemasaran yang panjang. Aplikasi LimaKilo menawarkan fitur toko online dengan berbagai komoditas pangan dengan harga yang stabil dari petani. Konsumen dapat melakuka preorder dan bidding terhadap produk yang diinginkan. Aplikasi LimaKilo bisa didownload di Playstore bagi penggguna android.
Hadirnya e-commerce khususnya dibidang Agribisnis memberikan banyak perubahan dan kemudahan baik bagi petani maupun konsumen. Diharapkan dengan penerapan e-commerce dibidang Agribisnis mampu meningkatkan daya saing produk lokal dan tentu saja meningkatkan kesejahteraan petani.  


Jumat, 24 Februari 2017

Manajemen Informasi Agribisnis



PERTANYAAN UNTUK STUDI KASUS
PRAKTIKUM MANAJEMEN INFORMASI AGRIBISNIS (MIA)
CHAPTER 1 : ERA INFORMASI DAN PERAN TI
DALAM BISNIS
1.        Jenis-jenis aplikasi apa saja yang dijelaskan disini?Fungsi bisnis apa saja yang didukung oleh aplikasi tersebut?
Jawab:
a.         Aplikasi PDS (Precision Dispatch System) Movement Planner, fungsi aplikasi: memungkinkan petugas memantau jalur kereta api sekaligus  memperoleh informasi menyangkut “apakah suatu lokomotif banyak beroperasi”.
b.        Aplikasi Roambi Visualizer, fungsi: memungkinkan jajaran eksekutif Dow Corninguntuk menyimak dan menganalisis data dari system utama perusahaan mereka, seperti grafik penjualan, tren, dan proyeksi secara real-time menggunakan iPhone. Aplikasi tersebut menayangkan tampilan yang sederhana dan intutif dari data yang rumit kepada para manajer di perusahaannya. Dalam 15 detik dia mengetahui apakah masalah finansial yang harus diselsaikan olehnya.
c.         Aplikasi analisator dengan tampilan seperti Google Analytic, fungsi: mampu memantau lalu lintas pada web mereka berikut penjualan online silicon standar merek XIAMETER yang mereka jual.
d.        Aplikasi Mobile SalesPro, fungsi: mengabungkan berbagai system dan database kedalam system terpadu  guna  menopang kinerja devisi penjualannya. Menghubungkan system penjualan, pengendalian persediaan, system manajemen dan system penunjang operasional perusahaan, berikut dengan berbagai fungsi bisnis dan data secara terintegrasi. Pengguna aplikasi dapat mendistribusikan informasi mengenai penjualan, dengan menggunakan data terkini berikut harga sewa dan ketersediaan barangf saat ini.
2.        Jelaskan mengenai masalah-masalah yang diselesaikan oleh organisasi bisnis menggunakan perangkat-perangkat digital mobile?
Jawab:
a.        Masalah keterbatasan dalam mengakses wifi, sinyal 3G dari  ipad dapat menjadi soluasi untuk mengatasi masalah tersebut, ipad akan menyediakan akses langsung untuk seluruh kegiatan operasional perusahaan
b.        Masalah jarak bukan lagi menjadi hambatan, dengan adanya perangkat digital mobile, pemilik perusahaan dapat mengendalikan dan memantau perusahaan dalam secara jarak jauh.
c.         Dapat digunakan untuk memperbaharui konten yang membantu kinerja perusahaan
d.        Memperkuat system keamanan perusahaan dalam mengakses sumber daya perusahaan
3.        Jelaskan keuntungan apa saja yang diperoleh perusahaan ketika mereka melengkapi karyawannya dengan perangkat digital mobile, sepertiIphone dan IPad?
Jawab:
a.        Dapat digunakan untuk memastikan komponen yang tepat dengan cara membandingkan peralatan manufaktur dengan gambar yang terdapat di ipad
b.        Dengan menggunakan ipad atau iphone memungkinkan seluruh staff perusahaan hingga jajaran eksekutif dapat berinteraksi dan menyelenggarakan acara maupun pertemuan sesuai tanggal yang disepakati.
c.         Dapat digunakan untuk mengendalikan karyawan dan perusahaan dari jarak jauh
d.        Perusahaan GE (General electrics) menggunakan ipad untuk mengakses surel, kontak, dokumen, serta presentasi elektronis
e.         Dapat digunakan untuk menyimak dan menganalisis data dari system utama perusahaan seperti grafik, proyeksi penjualan, trend an proyeksi secara real time menggunakan ipad
4.        Jelaskan bagian-bagian mana saja yang menunjukkan bahwa IT memiliki kegunaan dasar dalam :
Jawab:
a.        Solving problem
Menurut Executive Vice President dan Chief Financial Officer Don Sheets, dalam 15 detik ia akan mengetahui apakah ada masalah finansial yang harus diselesaikan olehnya.
b.        Unlocking creativity
RV milik Jachson dilengkapi dengan wifi yang terhubung langsung tanpa kabel kekantor pusat di Sparta, Tennesse. Ketika Jachson tidak dapat mengakses wifi, ia menggunakan sinyal 3G dari ipad...  (Bagian paragraph ke-4)
c.         Make people more effective
Mombile Sales Pro yang menggabungkan berbagai system dan dan database kedalam system terpadu  guna  menopang kinerja devisi penjualannya. Menghubungkan system penjualan, pengendalian persediaan, system manajemen dan system penunjang operasional perusahaan, berikut dengan berbagai fungsi bisnis dan data secara terintegrasi. Pengguna aplikasi dapat mendistribusikan informasi mengenai penjualan, dengan menggunakan data terkini berikut harga sewa dan ketersediaan barangf saat ini. (Bagian paragraph 9, atau paragraph terakhir )

Selasa, 21 Oktober 2014

Mengintip Kemajuan Teknologi Pertanian di Negara Kincir Angin

Pertanian+Teknologi=Kemajuan



Menurut saya negara ini sangat mengagumkan dalam hal pengelolaan pertaniannya. Dengan luas wilayah yang relatif kecil bila dibandingkan Indonesia, pada tahun 2011 Belanda mampu menjadi negara peringkat 2 untuk negara pengekspor produk pertanian terbesar didunia dengan nilai ekspor mencapai 72,8 miliar Euro.


Produk andalannya adalah benih dan bunga. Sektor pertanian merupakan pendorong utama ekonomi di Belanda dengan menyumbang 20% pendapatan nasionalnya. Kunci dari majunya pertanian di Belanda adalah Riset. Kebijakan-kebijakan dan teknologi di adopsi dari riset-riset yang dilakukan para ahli. Salah satu pusat riset pertanian yang terkenal disana adalah universitas Wageningen.

“Inovasi tiada henti dan kreativitas tanpa batas”
salah satu penerapan kemajuan teknologi di bidang pertanian adalah aplikasi NHAWA (New Holland Agriculture Weather Application)

Aplikasi ini berbeda dengan aplikasi sejenisnya. Karena aplikasi ini menyediakan berbagai macam layanan informasi di bidang pertanian. Seperti prakiraan cuaca, tips dan trik menghasilkan tanaman yang baik, kapan waktu yang tepat untuk menanam padi atau tanaman lainnya, dan kapan waktu yang tepat untuk menabur pupuk. Kemudian juga mendapatkan berita terbaru (up to date) di bidang pertanian melalui website, forum, blog, serta feed berita New Holland Agriculture Weather Application yang terus diperbaharui.

Bahkan aplikasi NHAWA (New Holland Agriculture Weather Application) ini juga menyediakan aplikasi telepon atau chat antara petani dan kontraktor. Sehingga para petani dapat mengetahui tentang informasi harga jual gabah terkini, harga pupuk, harga pestisida, dan lain sebagainya. Selain itu, para petani yang tinggal di sebuah tempat yang cuacanya sering fluktuatif, seperti angin ribut (topan) dan badai hujan yang bisa datang secara tiba-tiba, dapat mengaktifkan layanan peringatan yang akan dikirim gratis melalui pesan short message service (sms). Prakiraan cuaca di aplikasi ini juga menyediakan informasi mengenai suhu udara, hujan atau panas, tekanan udara, serta kecepatan dan arah angin yang begitu akurat.

Kemudian di aplikasi NHAWA ini, para petani bisa melakukan pencarian di form pencarian mengenai identitas kontraktor, dan akan ditampilkan sepuluh kontraktor yang terdekat dari tempat si petani itu berada. Lalu jika si petani itu memilih satu kontraktor, maka identitas nomor kontak telepon akan ditampilkan yang memungkinkan untuk melakukan kontak langsung. Dan kemudian di aplikasi NHWA ini tersedia layanan google map, sehingga petani bisa mengetahui rute terdekat ke tempat kontraktor yang ia tuju.
Dengan peluncuran aplikasi NHWA ini, membuat Negara Belanda menjadi kian unik dalam rintisan dan pelopor di berbagai macam bidang, khususnya teknologi.

Selain itu Belanda juga terus mengembangkan teknologi di bidang pertanian, yaitu dengan menciptakan alat manipulasi iklim. Pertanian di Belanda sangat terintegrasi dan penuh dengan teknologi modern. selain menciptkan aplikasi NHWA, belanda juga terus mengembangkan teknologi di bidang pertanian salah satunya yaitu menciptakan alat untuk memanipulasi iklim dalam ruangan, Penggunaan teknik rumah kaca, serta teknologi robotik dan komputerisasi sudah menjadi hal yang lazim. Ketika musim panas, Belanda menerapkan mekanisme solar cell dirumah kaca yang berfungsi memanen energi panas dan disimpan di tandon dan sungai – sungai bawah tanah sehingga dapat menaikkan suhu air. Maka ketika musim dingin tiba, tidak perlu khawatir, karena mesin – mesin blower memanen simpanan energi bawah tanah dan mensirkulasi udara untuk memanipulasi iklim dalam ruangan, sehingga pertanian tetap berjalan. 
Jika Belanda dengan luas wilayah hanya 41.526 km2, mengapa indonesia yang memiliki luas wilayah 1.919.440km2 tidak bisa lebih baik dari itu? saatnya kita untuk lebih maju kedepan dan buktikan bahwa indonesia bisa lebih jaya. pertanian indonesia. Jaya Petanian Indonesia!
Sumber:

Swasembada Pangan


Jokowi Targetkan Swasembada Beras, Gula dan jagung 

dalam 4 Tahun

Swasembada dapat diartikan sebagai kemampuan untuk memenuhi segala kebutuhan. pangan adalah bahan-bahan makanan yang didalamnya terdapat hasil pertanian, perkebunan, dan lain-lain. jadi swasembada pangan adalah kemampuan untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan bahan makanan sendiri tanpa perlu mendatangkan dari pihak luar. Tantangan dan permasalahan mendasar pembangunan sektor pertanian berkaitan dengan sarana prasarana, permodalan, pasar, teknologi, dan kelembagaan petani, yang masih memerlukan penanganan yang berkelanjutan disamping munculnya persoalan-persoalan baru.  Walaupun dihadapkan pada berbagai permasalahan dan hambatan, sektor pertanian telah mampu menunjukkan keberhasilan dan perkembangan yang menggembirakan.


Khusus untuk masalah lahan pertanian, rendahnya perluasan sawah irigasi di Indonesia antara lain disebabkan oleh derasnya konversi lahan sawah beririgasi sejak lebih dari dua dasawarsa terakhir khususnya di pulau Jawa. Antara tahun 1978 – 1998, misalnya konversi lahan sawah irigasi adalah sebesar satu juta ha.  Padahal kenyataannya sawah irigasi masih tetap merupakan sumberdaya lahan yang terpenting dalam mendukung produksi padi. Bila terjadi penurunan luas sawah irigasi yang tidak terkendali maka akan mengakibatkan turunnya kapasitas lahan sawah untuk memproduksi padi. Yang menyebabkan terjadinya alih fungsi lahan sawah tersebut ke penggunaan lain (pertanian lahan kering ataupun ke peruntukan non pertanian).


Presiden Joko Widodo akan mengusahakan swasembada untuk tiga bahan makanan pokok di Indonesia. Tiga bahan makanan pokok itu adalah beras, gula, dan jagung. hal tersebut diungkapkan oleh Presiden ke 7 indonesia yang baru dilantik tersebut pada Senin 20 oktober 2014. beliau juga mengungkapkan bahwa hal tersebut bisa tercapai dengan kerja keras semua pihak dari petani ataupun pemerintah. 
Pengamat pertanian Khudori mengatakan, jika mengacu pada data yang dikeluarkan Badan Pusat Statistik (BPS) maka Indonesia telah berswasembada beras. Hal ini tercermin dari kemampuan produksi domestik yang dapat memenuhi lebih dari 90 persen kebutuhan nasional.
Akan tetapi tidak demikian pada komoditas jagung. Selama ini mempublikasikan bahwa produksi jagung nasional mencapai 18 juta ton per tahun. Tetapi kenyataannya para produsen pakan ternak mengaku masih kesulitan memperoleh jagung.

Untuk komoditas gula pasir, pengamat dari Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia menuturkan produksi Indonesia masih jauh untuk mampu memenuhi kebutuhan nasional. Apalagi, kebutuhan gula industri sepenuhnya masih ditopang oleh produk impor.
Ia menyarankan agar pemerintah membenahi data komoditas-komoditas pangan yang strategis. Sehingga dapat diketahui seberapa mampu produksi mencukupi permintaan nasional.



Langkah Presiden Jokowi untuk menjadikan Indonesia berswasembada pangan dinilai realistis oleh pengamat. Akan tetapi sebelum melangkah ke arah yang lebih jauh, Jokowi terlebih dahulu harus membenahi data produksi pangan yang selama ini dinilai tidak akurat.
Akibatnya Indonesia harus mengimpor sedikitnya tiga juta ton jagung per tahun. Padahal jika ditilik lebih jauh kebutuhan jagung untuk pakan hanya sebesar delapan juta ton per tahun. 

Sumber: