REPONG DAMAR PESISIR LAMPUNG BARAT
Sebuah Tradisi dan Eksistensi
Desa Pahmungan, Krui, kecamatan Pesisir Tengah Kabupaten Lampung Barat adalah satu dari sekian banyak desa di wilayah pesisir Lampung Barat yang sebagian besar penduduknya bermata pencaharian sebagai petani damar mata kucing yang merupakan bahan baku untuk berbagai macam industri. Buat sebagian besar orang, permen, cat, vernis, tinta dan kosmetik adalah komoditi yang sudah tidak asing lagi. Namun mungkin tak banyak yang mengetahui bahwa untuk menimbulkan efek mengkilap produk-produk tersebut diperlukan getah yang disadap dari pohon damar mata kucing atau yang dikenal dalam bahasa latin sebagai Shorea javanica. Konon, kata mata kucing dipergunakan untuk menyebut getah damar yang memang berwarna kuning bening dan mengkilat seperti layaknya mata seekor kucing. Menurut sebagian pedagang pengumpul, damar mata kucing Krui adalah damar yang paling dicari eksportir karena berkualitas tinggi dan bahkan selama ini Krui dikenal sebagai pemasok terbesar damar mata kucing untuk kebutuhan ekspor.
Budidaya damar sudah dikenal sejak ratusan tahun yang silam oleh masyarakat Krui yang kemudian diwariskan secara turun temurun. Di Desa Pahmungan, banyak pohon damar yang merupakan hasil warisan dari generasi sebelumnya. Sepetak kebun damar biasanya diwariskan kepada anak tertua. Seorang anak yang tidak diwarisi kebun akan membuka lahan baru untuk dijadikan kebun damar. Repong damar itu sendiri adalah bahasa lokal yang dipergunakan untuk menyebut hutan atau kebun damar. Di Lampung Barat, terdapat sekitar 17.500 hektar repong damar milik petani dengan luasan kepemilikan repong yang beragam dan tersebar di enam kecamatan di wilayah pesisir. Dalam tatanan kehidupan masyarakat Krui, repong damar menjadi bagian yang tak terpisahkan bahkan menjadi bagian dari jati diri masyarakat ini. Dahulu bahkan repong damar menjadi symbol status kepemililikan tanah oleh masyarakat Krui dimana tanah hutan yang sudah dibuka oleh seseorang tidak akan bisa lagi digugat oleh yang lainnya bila tanah bekas hutan tersebut sudah berwujud repong damar.
Wujud interaksi masyarakat dengan lingkungan.
Bagi seseorang yang baru pertama kali datang ke Krui yang berjarak sekitar 30 km dari Liwa (ibukota Kabupaten Lampung Barat) atau sekitar 200 km dari Bandar Lampung (Ibukota Propinsi Lampung), kesan teduh akan segera dirasakan ketika memandang repong damar yang berdampingan dengan petak-petak sawah di tepi pantai yang berhadapan langsung dengan Samudera Hindia itu. Bahkan, bagi yang belum pernah melihat pohon damar, bukan tidak mungkin akan menyangka bahwa repong-repong damar tersebut adalah hutan alam bagian dari kawasan TNBBS.
Bagi seseorang yang baru pertama kali datang ke Krui yang berjarak sekitar 30 km dari Liwa (ibukota Kabupaten Lampung Barat) atau sekitar 200 km dari Bandar Lampung (Ibukota Propinsi Lampung), kesan teduh akan segera dirasakan ketika memandang repong damar yang berdampingan dengan petak-petak sawah di tepi pantai yang berhadapan langsung dengan Samudera Hindia itu. Bahkan, bagi yang belum pernah melihat pohon damar, bukan tidak mungkin akan menyangka bahwa repong-repong damar tersebut adalah hutan alam bagian dari kawasan TNBBS.
Secara fisik, kenampakan tegakan repong damar dewasa memang tidak jauh berbeda dengan hutan alam. Batang pohonnya yang menjulang tinggi nampak jelas menggambarkan eksotika hutan tropika. Di bawahnya, terlihat berbagai pohon buah-buahan yang ditanam di sela-sela damar seperti petai, durian, nangka, cempedak, dan duku. Burung pun tampak nyaman berterbangan dari pohon ke pohon tanpa kuatir gangguan manusia. Secara ekologis, keberadaan repong damar mempunyai nilai tinggi. Selain berfungsi sebagai daerah tangkapan air, repong damar juga dikenal sebagai zone penyangga atau pelindung kawasan TNBBS untuk konservasi keragaman hayati. Di samping itu, masyarakat Krui Pesisir Tengah masih kokoh memegang aturan adat tak tertulis bahwa masyarakat tidak dibenarkan menebang pohon damar untuk diambil kayunya kecuali pohon yang tumbah secara alami. Tak heran jika pada tahun 1997, pemerintah memberikan penghargaan Kalpataru kepada masyarakat Krui atas berbagai manfaat repong damar ini.
Bagi masyarakat Krui sendiri, repong damar lebih dari sebuah mata pencaharian. Keinginan untuk menjaga warisan leluhur acapkali membentuk ikatan yang kuat antara masyarakat dengan repongnya. Di saat kerusakan hutan di daerah lain semakin parah serta adanya alternatif penggunaan lahan lain yang lebih menjanjikan, sebagian besar masyarakat Krui masih bertahan dengan budidaya repong damar. Berbagai keunikan dalam repong damar ini sering dijadikan sebagai bahan penelitian para mahasiswa dan ilmuwan. Banyak sarjana sampai doktor baik dari dalam maupun luar negeri yang terlahir dengan mengambil repong damar Krui sebagai obyek studi mereka. Bahkan ada seorang mahasiswa S3 dari Belanda datang untuk mempelajari mata pencaharian & kepemilikan lahan petani.
Repong damar Krui adalah sebuah potret keserasian hidup manusia dengan alam. Di tengah maraknya kerusakan hutan yang muncul akibat konflik kepentingan, repong damar masyarakat Pesisir Lampung Barat seolah memberikan pelajaran bahwa keserasian antara manusia dan lingkungan bukan suatu hal yang tidak mungkin diwujudkan. Akan tetapi, gambaran indah itu juga bukan hal yang mudah diperoleh. Untuk membuat repong damar, perlu upaya kerja keras dan keuletan. Damar mata kucing adalah salah satu species dari famili Dipterocarparceae yang terkenal sulit untuk dibiakkan.
Selain itu, sebelum menjadi sebuah kebun damar yang dewasa dan stabil, banyak fase yang harus dilalui. Di tahun pertama atau yang disebut juga tahapan darak dilakukan dengan pembukaan lahan belukar atau hutan rimba yang diikuti dengan penanaman padi pertama beserta sayuran dan buah-buahan. Tahap ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan subsisten dan mendapatkan penghasilan tunai. Pada tahun ke-2 atau fase kebun, dilakukan penanaman padi kedua & penanaman kopi diantara padi, dengan tujuan komersil dimana hasil kopi dapat dijual dan menghasilkan uang tunai. Tahun ke-3 sampai ke-7 atau 8 (fase repong), adalah untuk penanaman bibit damar, pohon buah-buahan, dan tanaman kayu di sela-sela tanaman kopi. Sedangkan tahun ke-8 sampai 20 hingga 25 adalah pemeliharaan repong dimana pohon lainnya (buah-buahan) sudah dapat dipanen hasilnya. Penyadapan pertama getah pohon damar dilakukan pada umur tanaman 20 tahun.
Selain itu, sebelum menjadi sebuah kebun damar yang dewasa dan stabil, banyak fase yang harus dilalui. Di tahun pertama atau yang disebut juga tahapan darak dilakukan dengan pembukaan lahan belukar atau hutan rimba yang diikuti dengan penanaman padi pertama beserta sayuran dan buah-buahan. Tahap ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan subsisten dan mendapatkan penghasilan tunai. Pada tahun ke-2 atau fase kebun, dilakukan penanaman padi kedua & penanaman kopi diantara padi, dengan tujuan komersil dimana hasil kopi dapat dijual dan menghasilkan uang tunai. Tahun ke-3 sampai ke-7 atau 8 (fase repong), adalah untuk penanaman bibit damar, pohon buah-buahan, dan tanaman kayu di sela-sela tanaman kopi. Sedangkan tahun ke-8 sampai 20 hingga 25 adalah pemeliharaan repong dimana pohon lainnya (buah-buahan) sudah dapat dipanen hasilnya. Penyadapan pertama getah pohon damar dilakukan pada umur tanaman 20 tahun.
Satu kebun beragam profesi
Sampai saat ini, sebagian besar masyarakat Krui masih menggantungkan hidupnya kepada repong damar sebagai sumber mata pencaharian. Uniknya, menjadi petani bukan satu-satunya pekerjaan yang bisa dilakukan. Beragam pekerjaan dijumpai dalam repong damar ini. Sebut saja mulai dari petani pemilik sekaligus pengambil getah, penghadang, portir atau buruh pengangkut, penyortir, pedagang pengumpul, sampai dengan eksportir damar.
Untuk bisa sampai ke tangan eksportir, getah damar harus menempuh proses yang cukup panjang. Mula-mula pohon damar yang akan disadap getahnya terlebih dahulu harus dibuat takik. Pada pohon damar yang berukuran besar, bisa sampai memuat empat lajur takik yang dibuat mengelilingi pohon. Meskipun dapat dipanen sepanjang tahun, jangka waktu antara pengambilan getah damar dalam satu pohon berkisar 30 hari karena apabila pengambilan getah kurang dari waktu tersebut getah yang dihasilkan masih encer, sehingga akan menurunkan kualitasnya. Untuk satu lubang takik dapat menghasilkan 0,5 kg getah damar, yang ditampung oleh pemanjat dalam tembilung, semacam wadah dari pelepah pinang yang berbentuk kerucut. Getah tersebut lantas dikumpulkan dalam bebalang atau keranjang bulat panjang dari rotan atau bambu yang dapat memuat sekitar 50 kegiatan getah. Sampai disini, bebalang yang sudah penuh biasanya dibeli oleh penghadang untuk kemudian dibawa oleh buruh pengangkut menuju tempat penyortiran karena getah yang dikumpulkan petani masih merupakan getah-getah kering yang bercampur dengan serpihan kayu, ranting, dan tanah. Kondisi getah damar itu disebut sebagai damar asalan. Tahapan selanjutnya adalah menyortir getah untuk dibuang kotorannya dan dipilah berdasarkan ukuran atau grade nya. Getah sortiran lantas dijual oleh penghadang kepada pedagang pengumpul tingkat kecamatan dan selanjutnya dijual kembali ke pedagang pengumpul besar untuk diteruskan ke pengumpul di Jakarta atau eksporter. Alur perdagangan getah damar itu telah menjadi denyut nadi perekonomian masyarakat Krui.
Seharusnya kita dapat berkaca dari masyarakat di pesisir lampung barat dimana saat ini banyak kegiatan ilegal logging yang merusak lingkungan namun masyarakat di pesisir lampung barat tersebut masih menjaga lingkungan dengan kerifan lokalnya, keterikatan hati untuk menjaga warisan leluhur, pemahaman akan pentingnya menjaga lingkungan, serta gigihnya petani mencari upaya untuk meningkatkan pendapatannya, telah memberikan pelajaran berharga bagaimana seharusnya manusia berinteraksi dengan lingkungan, mengambil manfaat dari lingkungan tanpa merusak lingkungan itu sendiri.
Sumber :
http://waykrui.wordpress.com/about/repong-damar/

.jpg)
baru denger pohon damar..
BalasHapuspohon damar adalah pohon asli dari indonesia dam merupakan pohon penghasil getah damar ibi:D
BalasHapusmenambah wawasanku hari ini... baru pernah dengar pohon damar mata kucing din.. :D
BalasHapus