Gambar 1. Pertanian Indonesia
Masalah yang sering dihadapi bidang
pertanian di Indonesia adalah penetapan harga, hasil panen yang fluktuatif, panjangnya
rantai pemasaran, dan terbatasnya wewenang petani. masalah tersebut
menyebabkan tidak adanya pengetahuan petani mengenai penawaran dan permintaan.
Kebanyakan petani/produsen hanya dapat menerima harga pasar yang pada umumnya
ditetapkan oleh pedagang perantara. Kondisi tersebut menyebabkan tingginya
perbedaan harga ditingkat produsen/petani dengan harga di pasar. Untuk dapat
mengatasi masalah tersebut e-commerce
di bidang Agribisnis menjadi solusi yang mutakhir.
Bisnis e-commerce telah menjadi bagian
penting dari perkembangan internet di Indonesia. Kementerian Perdagangan
republik Indonesia memperkirakan transaksi jual beli barang melalui Internet (e-commerce) dari Indonesia akan menembus
angka US$ 10,08 miliar. Rata-rata nilai transaksi belanja online tersebut
tumbuh 40% setiap tahun (CNN Indonesia. 2014). Namun tdak bisa dipungkiri bila
setiap tahunya terjadi peningkatan pengguna internet yang berbelanja online. Hal
ini dapat dilihat dari semakin berkembangnya bisnis e-commerce di Indonesia.
E-commerce
dibidang Agribisnis lazim disebut e-agribussines.
e-agribussines bukan hanya untuk
produk-produk pertanian saja namun juga mencangkup jasa dibbidang pertanian. Menurut
(Soekatawi. 2005) menggunakan e-agribussines
memiliki keuntungan, diantaranya:
ü Mengurangi
biaya
ü Menghemat
waktu
ü Mengintegrasikan
supply chain secara lebih mudah dan
singkat
ü Menjadi
ajang promosi mendunia yang mudah dan singkat
ü Merupakan
diversifikasi pembentukan keuntungan perusahaan
ü Memperpendek
waktu product cycle
ü Meningkatkan
customers loyality
Saat ini sudah banyak e-commerce dibidang Agribisns yang ada
di Indonesia, diantaranya,
Agrowing.co.id, Petani, TaniHub, LimaKilo, Nurbaya Intiative, dan
lain-lain. Beberapa aplikasi bahkan sudah tersedia di Playstore sehingga
memudahkan pengguna android untuk mengakses. Berikut ini tampilan dari salah
satu e-commerce di Indonesia, LimaKilo:
Gambar
2. Aplikasi LimaKilo
LimaKilo hadir dengan tujuan untuk
menghubungkan petani secara langsung dengan konsumen baik untuk pembelian dalam
skala besar maupun kecil. Sistem transaksi terbuka dan menguntungkan kedua
belah pihak hingga diperoleh harga yang optimal tanpa melalui rantai pemasaran
yang panjang. Aplikasi LimaKilo menawarkan fitur toko online dengan berbagai
komoditas pangan dengan harga yang stabil dari petani. Konsumen dapat melakuka preorder dan bidding terhadap produk yang diinginkan. Aplikasi LimaKilo bisa
didownload di Playstore bagi penggguna android.
Hadirnya e-commerce khususnya dibidang Agribisnis memberikan banyak
perubahan dan kemudahan baik bagi petani maupun konsumen. Diharapkan dengan
penerapan e-commerce dibidang
Agribisnis mampu meningkatkan daya saing produk lokal dan tentu saja
meningkatkan kesejahteraan petani.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar